WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNWEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan.

Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

Kupanggil Dia "Pesek"




SEDERHANA, mungkin kata itu yang tepat menjadi jawaban pertanyaan, atas alasan saya selalu merasa nyaman bersama dengan dia. Karena soal fisik, saya harus jujur banyak kurangnya. Soal materi, mungkin bukan juga, karena saya belum pernah tahu latar belakang keluarganya, apalagi soal harta yang dimilikinya. Soal Tahta? apalagi. Saya kenal dia bukan siapa-siapa.

Yang pasti, saat bersama si "Pesek" ada rasa nyaman yang lehir secara alamiah dari dalam hati ini. Tak harus dalam suasana yang mewah, apalagi suasana glamour layaknya pacaran ala barat. Cukup bersama dengan dia, dimanapun dan kapanpun, rasa nyaman itu p;asti hadir.

Ya, kupanggil dia dengan sebutan Pesek. Panggilan itu kulekatkan kepadanya, karena hidungnya yang cukup minimalis. Saya memaknai Pesek itu bukan dalam bentuk hinaan. Tetapi saya menyadari betul bahwa mancung itu hanya baik kelihatan diwajah yang tepat. Karena saya sadar betul, tidak semua orang dengan hidung mancung itu kelihatan cantik dan tampan.

Yang kedua, dengan sebutan Pesek itu, saya mau menyampaikan pesan yang cukup sederhana, bahwa aku mengaguminya bukan karena kelebihannya, bukan karena kecantikannya. Tetapi, yang pasti aku Kagum, suka dan cinta dia, karena kenyamanan hati yang saya percaya tidak akan pernah ternilai harganya meskipun sangat bernilai.

Kupanggil Dia Pesek, meskipun saya aku tahu betul nama lengkapnya begitu Indah, Nurifani Hairunnisa. Sangat memungkinkan iua dipanggil Nur yang berarti Cahaya, Ani yang dimaknai dengan kebaikan, kesabaran, keanggunan, dan keteguhan hati. Atau dia bahkan bisa Hairunnisa atau Nisa yang berarti perempuan yang baik. Tetapi sekali lagi, ini soal sebutan yang sarat akan pesan untuk menjaga keberlangsungan hubungan baik ini.

Dia, Si Pesek, sangat jauh dari kesempurnaan. Bahwa sejak saya mengenal dia, saya juga perlahan mencoba mengenali dari sisi luar dan dalam perempuan yang satu ini. Dari penelitian sederhana dan referensi yang saya dapatkan dari berbagai sumber tentang Pesek, ternyata banyak hal yang memang membuatnya jauh dari kata sempurna.

Bahkan saya secara pribadi, juga pernah merasakan sakit atas perilaku dia. Tetapi, saya paham betul apa yang menyebabkan dia se tega itu bertindak mencabik-cabik perasaan ini. Hanya saja, rasa sakit atas tindakannya itu tak berlangsung lama. Karena lagi-lagi saya meyakini, bahwa Pesek ini adalah perempuan yang sederhana dan dapat membuat saya nyaman untuk waktu yang lama. Rasa sakit yang pernah saya alami atas kekhilafannya itu, adalah efek dari keterlambatan saya bertemu dan mengenalnya lebih dekat.

Rasa sakit yang pernah saya alami itu terjadi pada 2015 silam. Setelah itu Pesek menghilang sekitar setahun lamanya. Sebelum akhirnya saya bertemu kembali dan mencoba untuk mengulang kisah yang lalu. Tepat pada akhir 2016 saya kembali bertemu dan mencoba melanjutkan perjuangan untuk memenangkan hatinya. Saya berusaha meyakinkan dia bahwa saya hadir lagi untuk kembali membuktikan kesungguhan rasa sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas kenyamanan yang selama ini saya rasakan saat bersama pesek.

Dan benar saja, saat kembali berkomunikasi dan bertemu rasa nyaman itu hadir lagi secara spontanitas. Akhir tahun 2016 tepatnya 30 Desember saya kembali mengungkapkan bahwa rasa nyaman itu hadir lagi. Saya mencoba meyakinkan bahwa kebahagiaan itu akan lahir melalui kebersamaanku dengannya. Awal tahun 2017 tepatnya pada momentum malam pergantian tahun saya dan pesek kembali menghabiskan waktu bersama menyambut tahun 2017.

Saya sangat bersyukur, karena dalam kurun waktu sekian jam bersama melewati detik-detik pergantian tahun, ia mulai merasakan kenyamanan itu. Rasa senang dan bahagia pun menghampiri saya seketika membaca status di Blackberry Messenger miliknya. "The best year, thankyou for today," demikian dia menulis status itu, yang saya sangat yakin itu ditujukan kepadaku (Narsis yaa). Rasa bahagia kembali hadir saat membaca pesan BBM darinya.

"Pokoknya tidak adami kalah i tutup tahun dan awal tahun kali ini," ucapnya dalam pesan itu.

Pesek... Saya hanya mau bilang semailah terus rasa nyaman itu. Jangan biarkan kenyamanan hati ini terkikis sedikitpun. Kita telah mengawali semuanya dengan cukup baik. Mengawali tahun 2017 bersama dengan kenyamanan. Yakinkanlah diri kita bahwa kita akan terus menjaga dan merawat rasa ini hingga waktunya tiba. Hingga kita benar-benar sah dalam sebuah ikatan setelah ijab kabul itu terucap dihadapan para saksi dan Wali mu.

Tetaplah menjadi sosok yang senantiasa menghadirkan rasa nyaman dihati ini. Teruslah menatap kedepan dan wujudkan harapan  terbaik kita. Jika kemarin telah gagal maka esok kesuksesan harus membayar kegagalan yang pernah ada. Mari buktikan. (*)
Share:

Awal yang Indah, Harus Lebih Baik


TAHUN 2016 telah berlalu. Detik-detik awal tahun ayam api 2017 pun kini mulai kulalui. Tak seperti biasanya, mungkin hanya kali ini saya mengawali tahun masehi dengan cukup sederhana.

Jika pernah saya melalui pergantian tahun masehi di luar daerah, maka kali ini saya hanya berada di Tana Luwu saja, di Tanah Kelahiran, meskipun sangat memungkinkan bagi saya untuk berada di tempat lain. Tak ada pesta, tak ikut dalam aksi konvoi dan menyaksikan pesta kembang api. Apalagi yang namanya alkohol yang entah kenapa identik dengan penyambutan awal tahun masehi. Bukan hanya itu, mungkin baru kali ini penutupan tahun dan penyambutan tahun baru saya lalui dengan status single atau jomblo. Tidak sedang dalam status berpacaran dengan siapapun.

Meski demikian, bukan berarti pada detik-detik pergantian tahun saya dalam kondisi yang tidak senang dan bahagia atau yang kerap disebut dengan galau. Justeru dengan kondisi itu, saya merasa sangat berbahagia dan sangat bersyukur. Karena kondisi itu, saya bisa memastikan jika diri saya dalam mengawali tahun 2017 sedikit lebih baik dari tahun sebelumnya. Tanpa menyentuh alkohol, tanpa menghambur-hamburkan uang yang memang saya tidak punya lebih, dan yang pasti saya mengawali tahun ini tanpa perbuatan kemaksiatan.

Meskipun diawal tahun, ini sebenarnya saya sedang dekat dengan seseorang yang juga sangat berbeda dengan kebanyakan perempuan lainnya. Saya bersama perempuan berinisial NH ini melewati pergantian tahun ini dengan sangat sederhana, Hanya kumpul bersama beberapa orang dan bercerita seperti hari-hari biasa. Tetapi karena kondisi hati yang begitu nyaman dengan keberadaannya, sehingga suasana terasa lebih special dan begitu indah. (Terima Kasih NH). Meski bersama dia yang membuat hati saya selalu nyaman(bukan pacar) tetapi kami tidak melakukan tindakan diluar kewajaran, karena memang kami tidak ada ikatan apapun, dan kami yakin rasa nyaman itu lahir bukan karena dorongan negatif.

Menghindari perbuatan dan tindakan negatif diawal tahun 2017 memang sudah niat yang tulus dalam hati. Karena saya merasa ada hal yang belum maksimal bagi saya dalam menjalani proses kehidupan belakangan ini. Padahal disetiap pergantian tahun harapan saya selalu sama, bahwa ditahun mendatang saya harus lebih baik dalam melalui proses kehidupan dan tentunya sangat berharap dapat mewujudkan apa yang selama iniu menjadi cita-cita saya, dan harapan terbaik dari orang-orang yang ada disekitar saya, khususnya keluarga.

Sehingga karena itulah, saya sadar bahwa ternyata salah satu penyebab saya tidak maksimal dalam pencapaian disetiap tahun-tahun berlalu, karena harapan dan niatan di awal tahun tidak berbanding lurus dengan perilaku dan tindakan saya dalam keseharian, terkhusus pada detik-detik awal tahun baru masehi. Harapan yang terucap dari bibir dan tertulis dalam berbagai Medsos ternyata hanya sebatas harapa saja, yang mungkin saya harus sedari bahwa itu hanya mengikuti trend di Medsos.

Berharap hidup lebih baik di tahun-tahun mendatang, tetapi dalam proses penyambutan tahun baru atau dalam mengawali tahun yang baru ternyata dihiasi  dengan tindakan dan perilaku yang negatif, dan sangat tidak bermanfaat, bahkan bertolak belakang serta tidak sejalan dengan apa yang dicita-citakan, yakni kehidupan yang lebih baik.

Saya sadar betul, bahwa untuk menjalani proses kehidupan yang lebih baik, maka yang terpenting adalah bagaimana memulainya dengan tindakan yang positif. Jika ingin kehidupan di tahun 2017 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, maka perilaku dalam penyambutan tahun baru dan detik-detik awal tahun baru harus baik dulu. Jangan awali tahun dengan kebiasaan pesta dengan minuman keras. Mengawali tahun dengan perbuatan maksiat. Hura-hura menghamburkan uang dengan membakar kembang api. Ugal-ugalan dalam berkendara dan banyak hal tradisi negatif dalam proses pergantian tahun.

Jika tak sempat melaksanakan Dzikir dan Do'a bersama dengan keluarga, maka minimal tidak melakukan tindakan yang sudah jelas beresiko pada nilai-nilai kebaikan kita. Memang tidak mudah untuk menjadi manusia yang 100 persen baik, tetapi minimal yang menjadi orang yang buruk. Teruslah berproses mendekati kesempurnaan, berupaya menjadi orang yang lebih baik dan senantiasa berusaha dengan tekad dan kesungguhan bahwa tidak boleh lagi ada kekeliruan, kesalahan dan tindakan mengikis nilai-nilai kebaikan yang kita lakukan.

Niatkan dalam hati, bahwa kita harus lebih baik dimasa mendatang. Awali 2017 dengan keindahan, sehingga kedepan kita kita lebih baik dalam menjalani proses kehidupan. Semoga benar-benar hidup kita lebih baik di Tahun 2017. 

Terima Kasih Tahun 2016 yang telah memberikan banyak pelajaran. Terima kasih atas satu tahun yang berkesan nan penuh makna, Sekali lagi Terima Kasih !!! (*)

Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

Curhat Aris, 7 Tahun Pacaran Ditinggal Nikah !


APA perasaan kalian jika sudah berpacaran selama 7 tahun namun akhirnya harus merelakan sang kekasih menikah dengan orang lain? Miris pastinya.

Ya, inilah yang dirasakan oleh seorang pria bernama Aris Prasetyo. Setelah menjalin kasih selama 7 tahun dengan kekasihnya, Ain Azharina, tapi akhirnya harus merelakannya menikah dengan pria lain. 
Dirinya pun tak kuasa menyimpan kisahnya sendiri dan kemudian mencurahkannya lewat akun facebook pribadinya. Cerita Aris lantas jadi viral di media sosial karena dianggap menyentuh hati. 

apa lah yg tersisa...kini tinggal lah kenangan...sudikah kau mengijinkanku mengenang awal kisah 7 tahun kita...

saat awal kita berjumpa, ya di bus "Santoso" yg sesak di tahun 2008...kita saling pandang, aku berusaha mencari celah di jas almamatermu, yap karena di situ tersembunyi namamu, "Ain 
Azharina", dan dalam hati pun aku yakin kau menyebut namaku, "Aris Prasetyo"..

Perkenalan singkat tapi membuat semakin akrab, sampai suatu malam hari di 16 November 2008 aku memberanikan diri mencari rumahmu, ku utarakan semua rasa.. rasa yang akan kau sambut.. rasa yang akan bertahan 7 tahun lebih...

rasa yang kita harapkan akan abadi...
kisah yang kita harapkan "never ending"..
hingga 1 tahun kita jalani, ada hal yang "mereka" tak sukai dari aku... entah itu apa, aku pun tak tahu..
bertahun-tahun kita backstreet, sampai di usia kematangan kita...

mungkin kesalahanku menunda-nunda...tapi di lebaran tahun kemaren, aku sekeluarga sudah siap... jawaban "mereka" langsung nikah saja..tapi hal berbeda diinginkan orang tuaku, lamaran dulu. kita pun gagal... aku pun mulai berubah pikiran, untuk apa kalau tak ada restu..untuk apa kita?

kegagalan itu membuat aku break dari kuliah yang sedang ku jalani.. aku mulai menghindar darimu, sedang kau mati-matian mempertahankanku... hal yang tak ku sadari, berbulan-bulan kita saling diam, dan saat lebaran kali ini ku coba memulai kembali, semua sudah berbeda...

kasih tulusmu hilang dilenyap bumi..ghaib seperti sihir.. aku klabakan, kau yang tulus kini berubah...apa kau terlalu lama menunggu?

atau... ya ada orang lain yg mengambilmu... aku heran, kenapa secepat ini...kenapa kau begitu langsung membeciku..aku bertanya, sihir apa Tuhan?

"aku sudah tak mau hidup denganmu", begitu kata telak yang kau ucapkan di hadapan waliku dan orang tuamu... tega, sebesar salah apa aku? sehina apa aku, orang yang sudah kental kau kenal...

Untuk Ain Azharina, maaf kisah ini aku posting karena aku sudah tidak tahu lagi mengeluh kepada (manusia) siapa?
Untuk Ain Azharina, aku sudah ikhlas lahir bathin kau mau dengan yang lain..

Untuk Ain Azharina, terima kasih..kau sangat berpengaruh dari hidupku..
Untuk Ain Azharina, akan ku kenang semua kisah di antara kita..

Untuk Ain Azharina, sama seperti yg dulu kau ucapkan "aku tak punya alasan kenapa aku jatuh cinta padamu" aku juga tak pernah punya alasan kenapa aku tak bisa membencimu meskipun seribu alasan kebencian kau tumpahkan kepadaku...

Untuk Ain Azharina, semoga berbahagia dengan laki-laki pilihanmu dan pilihan "mereka"..

Untuk Tuhan, terima kasih sudah sempat mempertemukan ku dengan wanita terhebat setelah Ibu ku..
Untukku sendiri, biar aku saja yang mengenangmu...

Aris juga mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk mantan kekasih yang masih sangat dicintainya tersebut. 

Selamat menempuh hidup baru Ain Azharina..semoga bahagia dg pilihanmu dan pilihan kedua orang tuamu..terima kasih atas waktu yg hebat selama 7 tahun lebih..yang ada adalah do'a ku semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah... aku ikhlas, ternyata kau duluan yg menyempurnakan separuh agamamu..tak kira dulu, kita akan bersama..tapi sudah lah, aku ikhlas lahir-batin.. sekali lagi, semoga kamu berbahagia...maaf jika 7 tahun ini aku banyak salah... :-)

Postingan Aris ini pun sudah dibagikan sebanyak lebih dari 1.700 kali dan dibanjiri ratusan komentar dari para netizen. (*)

(sumber: Facebook Aris Prasetyo)
Share:

Kamis, 27 Oktober 2016

Kerennya Suara Anak Ini.... Coba Dengar !!!




SEKELOMPOK anak muda di Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur, yang membentuk band dengan nama Energi Band sekitar tahun 2008 silam menciptakan sejumlah lagu yang sempat populer dimasanya saat itu.

Kini lagu-lagu yang mereka ciptakan tak lagi terdengar. Salah satu lagu ciptaan pemuda Luwu Timur itu, adalah yang dinyanyikan oleh siswi SMKN 1 Malili ini, Nurhaepy A Marsus.(*)
Share:

PSI, Semangat Baru Anak Muda Berpolitik

Pengurus DPD PSI Luwu Timur
PEMUDA Alergi berpolitik. Kalimat ini sering terdengar dikalangan pemuda. Bahkan sejak saya duduk di bangku kuliah, saat saya mengajak teman-teman berdiskusi mengangkat teman politik, sebagain teman-teman saya sudah memilih menghindar. Kata salah seorang teman saya, tidak selayaknya kita (anak muda) berbicara soal politik apalagi Partai Politik.

''Politik itu kotor. Jangan lah kita ikut-ikutan bahas politik apalagi berniat bergabung degan partai Politk. Lihat saja mereka yang terlibat didunia politik, hampir tidak ada hal benar yang mereka lakukan,'' kata salah seorang teman saya, Jumardi Amri.

Meskipun alasannya tidak cukup buat saya berhenti berbicara soal politik, namun saya memilih berhenti. Karena bagi saya saat itu, ada benarnya apa yang diungkapkan oleh kawan saya itu. Hanya saja, setelah itu saya semakin tertarik untuk mencari makna politik itu. Dari berbagai referensi yang saya dapatkan, saya semakin yakin bahwa ilmu politik itu harus didalami. Bahkan terlibat dalam politik pun itu hal harus kita lakukan, karena secara tidak sadar, sejak lahir kita sudah berpolitik.

Saat Basic training di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saya mendengar pernyataan senior saya, yang mengatakan bahwa, sejak bayi kita sudah belajar berpolitik. ''Menangis hanya untuk diberikan ASI oleh orang Tua kita waktu kecil, itu adalah bagian dari politik," kata salah seorang senior saya, Syafrilla.

Selain itu, pada referensi lain saya menemukan jawaban, bahwa ternyata politik itu banr-benar mulia. Bahkan Aristoteles dalam teori klasiknya mengatakan, bahwa Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Saya menggaris bawahi kata "Untuk Mewujudkan Kebaikan Bersama". Hanya saja, melihat fenomena yang ada di republik ini, praktik politik yang dimainkan oleh para politisi dari berbagai partai politik yang ada ada, lebih cenderung memprtontonkan sisi politik. Bahkan tak jarang yang melenceng dari tujuan politik itu lahir.

Meraih kekuasaan itu pasti bagi politisi. Tetapi yang harus diketahui, dalam meraih kekuasaan harus dengan cara yang santun, sehat dan tidak menciderai makna daripada politik itu sendiri. Saat meraih kekuasaan pula, kebijakan politik yang dilahirkan juga tidak boleh membuat satu orang pun yang merasa disakiti.

Karena melencengnya nilai-nilai sejati politik, meyakinkan saya menjadi penyebab anak muda yang dikenal jiwa idealismenya alergi terhadap politik, takut berpolitik, bahkan jijik mendengar apalagi terlibat dalam partai politik. Apalagi hampir tidak ada partai politik yang konsisten dengan semangat perubahan kearah yang lebih baik, minimal ditubuh Parpol itu sendiri.

Salah satu buktinya adalah, maraknya kegaduhan yang timbul di tubuh parpol itu sendiri. Bahkan tak sedikit kegaduhan dan perpcahan yang terjadi di tubuh parpol menyebabkan terbentuknya partai baru yang juga diisi oleh politisi lama. Penyebab perpecahan ditubuh parpol itu juga penyebabnya cukup memalukan.

Karena 90 persen disebabkan karena perebutan kekuasaan diinternal parpol itu sendiri. Padahal, jika parol itu memiliki tujuan yang baik, dan diisi oleh orang-orang baik saya yakin tidak akan ada perpecahan hanya karena persoalan perebutan kekuasaan saja diinternal Parpol itu sendiri.

Namun alergi politik dikalangan pemuda itu perlahan mulai terkikis dengan lahirnya partai baru yang sebenar-benarnya baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia. Bukan tanpa alasan saya mengatakan demikian. Sebab, sebagian besar anak muda yang saya kenal, dan pernah mengaku alergi berpolitik saat ini sudah tergabung dalam partai yang dipimpin Grace Natalie ini.

Bahkan di Luwu Raya, yang terdiri dari empat Kabupaten/Kota, semuanya diisi oleh mantan aktivis kampus. Bahkan semuanya adalah teman dekat saya. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Luwu, Saudara Muh Khalil Akbar misalnya.

Ia merupakan mantan aktivis yang pernag megutuk keras politik. Bahkan disetiap aksi demonstrasi yang kami lakukan bersama, kerap kali ia mengutuk para politisi yang dianggap tidak bekerja maksimal dalam mengakomodir dan menyuarakan kepentingan masyarakat umum. Apalagi jika sampai mengebiri hak-hak rakyat.

Mendengar ia bergabung dengan PSI, saya kemudian menghampiri dia (Muh Khalil Akbar). Hanya satu jawaban yang saya temukan darinya. "Harapan Kita Selama Ini ada di PSI" katanya. Berbagai alasan rasional pun dia lontarkan kepada saya. "Tidak akan ada perubahan jika kita tidak melibatkan diri dalam sebuah sistem politik. Karena negara ini dibangun, bangkit dan maju karena politik.

Jika para politi diisi wajah lama dengan cara kerja yang lama, maka tidak akan ada perubahan seperti apa yang kita harapkan selama ini. Tidak akan ada kesejahteraan rakyat,'' demikian kata Khalil kepada saya. Sembari menambahkan bahwa anak muda dengan semangat kerja dan idealisme yang masih terjaga dengan baik, diyakininya akan mampu membawa perubahan untuk Indonesia dimasa mendatang.

Menurut Khalil, PSI adalah wadah untuk mewujudkan cita-citanya, untuk benar-benar berjuang tidak hanya mengatasnamakan rakyat, sebagaimana para politisi tua sampaikan dalam berbagai momentum politik. ''Kita anak muda dan perempuan ada di PSI.

Konstitusi PSI sangat jelas mencita-citakan terujudnya masyarakat adil makmur. Trilogi Kebangsaan PSI sejalan dengan harapan para pemuda selama ini. Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Mengukuhkan Solidaritas adalah hal yang kita rindukan selama ini,'' jelasnya.

Selain itu, pasca dideklarasikannya PSI sebagai partai Politik Setahun silam, hampir tak ada lagi yang membahas alergi politik dikalangan pemuda. Terbentuknya kepengurusan PSI di Sulawesi Selatan, khususnya di Luwu Raya hingga tingkat Desa dan Kelurahan semakin membuka mata saya akan efek PSI mengembalikan semangat pemuda dalam berpolitik.

Betapa tidak, sampai ditingkatan Desa dan kelurahan, kepengurusan PSI diisi oleh anak muda dan perempuan. "PSI Hadir, Semangat Pemuda Berpolitik Kembali Bangkit" Itulah yang muncul di benak saya saat melihat kenyataan, dimana pemuda enerjik, kritis, cerdas, dan memiliki idealisme yang masih terjaga berani terjun ke politik.

Harapan merubah bangsa ini kearah yang lebih baik akan diwujudkannya melalui wadah PSI yang diisi oleh orang-orang baik. Semogha harapan pemuda Indonesia membawa perubahan bangsa ini dapat terwujud dengan hadirnya Partai Solidaritas Indonesia. (*)
Share:

Rabu, 26 Oktober 2016

Siapa Yang Menulis Rumusan Sumpah Pemuda??? Ini Orangnya !!!

Mohammad Yamin (Penulis Rumusan Naskah Sumpah Pemuda)
SUMPAH Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

 Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".

Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Naskah Sumpah Pemuda
Bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda dengan penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen. Yakni, Pertama, Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Dan ketiga, Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Ucapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Palopo
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.

Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.(*)
Share:

PARTAI POLITIK

PARTAI POLITIK
PSI ADALAH PARTAI ANAK MUDA DAN PEREMPUAN

QUOTES

QUOTES

Laman

IKLAN

IKLAN
Segenap Pengurus DPD II KNPI Kota Palopo Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2016