WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNWEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan

WHYNEWS

Menyajikan Berita dan informasi yang dapat menambahh wawasan dan pengetahuan.

Senin, 31 Oktober 2016

Innalillah.... Presiden Ke-3 RI Dikabarkan Wafat,,, Ternyata !


MANTAN Presiden BJ Habibi dikabarkan meninggall dunia. Itu diketahui saat salah seorang menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Presiden RI tersebut.

Setelah ditelusuri, isu meninggalnya BJ Habibi hanyalah hoax atau tidak benar adanya. Saat ini BJ Habibi sedang berada di jerman. (*)
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

Curhat Aris, 7 Tahun Pacaran Ditinggal Nikah !


APA perasaan kalian jika sudah berpacaran selama 7 tahun namun akhirnya harus merelakan sang kekasih menikah dengan orang lain? Miris pastinya.

Ya, inilah yang dirasakan oleh seorang pria bernama Aris Prasetyo. Setelah menjalin kasih selama 7 tahun dengan kekasihnya, Ain Azharina, tapi akhirnya harus merelakannya menikah dengan pria lain. 
Dirinya pun tak kuasa menyimpan kisahnya sendiri dan kemudian mencurahkannya lewat akun facebook pribadinya. Cerita Aris lantas jadi viral di media sosial karena dianggap menyentuh hati. 

apa lah yg tersisa...kini tinggal lah kenangan...sudikah kau mengijinkanku mengenang awal kisah 7 tahun kita...

saat awal kita berjumpa, ya di bus "Santoso" yg sesak di tahun 2008...kita saling pandang, aku berusaha mencari celah di jas almamatermu, yap karena di situ tersembunyi namamu, "Ain 
Azharina", dan dalam hati pun aku yakin kau menyebut namaku, "Aris Prasetyo"..

Perkenalan singkat tapi membuat semakin akrab, sampai suatu malam hari di 16 November 2008 aku memberanikan diri mencari rumahmu, ku utarakan semua rasa.. rasa yang akan kau sambut.. rasa yang akan bertahan 7 tahun lebih...

rasa yang kita harapkan akan abadi...
kisah yang kita harapkan "never ending"..
hingga 1 tahun kita jalani, ada hal yang "mereka" tak sukai dari aku... entah itu apa, aku pun tak tahu..
bertahun-tahun kita backstreet, sampai di usia kematangan kita...

mungkin kesalahanku menunda-nunda...tapi di lebaran tahun kemaren, aku sekeluarga sudah siap... jawaban "mereka" langsung nikah saja..tapi hal berbeda diinginkan orang tuaku, lamaran dulu. kita pun gagal... aku pun mulai berubah pikiran, untuk apa kalau tak ada restu..untuk apa kita?

kegagalan itu membuat aku break dari kuliah yang sedang ku jalani.. aku mulai menghindar darimu, sedang kau mati-matian mempertahankanku... hal yang tak ku sadari, berbulan-bulan kita saling diam, dan saat lebaran kali ini ku coba memulai kembali, semua sudah berbeda...

kasih tulusmu hilang dilenyap bumi..ghaib seperti sihir.. aku klabakan, kau yang tulus kini berubah...apa kau terlalu lama menunggu?

atau... ya ada orang lain yg mengambilmu... aku heran, kenapa secepat ini...kenapa kau begitu langsung membeciku..aku bertanya, sihir apa Tuhan?

"aku sudah tak mau hidup denganmu", begitu kata telak yang kau ucapkan di hadapan waliku dan orang tuamu... tega, sebesar salah apa aku? sehina apa aku, orang yang sudah kental kau kenal...

Untuk Ain Azharina, maaf kisah ini aku posting karena aku sudah tidak tahu lagi mengeluh kepada (manusia) siapa?
Untuk Ain Azharina, aku sudah ikhlas lahir bathin kau mau dengan yang lain..

Untuk Ain Azharina, terima kasih..kau sangat berpengaruh dari hidupku..
Untuk Ain Azharina, akan ku kenang semua kisah di antara kita..

Untuk Ain Azharina, sama seperti yg dulu kau ucapkan "aku tak punya alasan kenapa aku jatuh cinta padamu" aku juga tak pernah punya alasan kenapa aku tak bisa membencimu meskipun seribu alasan kebencian kau tumpahkan kepadaku...

Untuk Ain Azharina, semoga berbahagia dengan laki-laki pilihanmu dan pilihan "mereka"..

Untuk Tuhan, terima kasih sudah sempat mempertemukan ku dengan wanita terhebat setelah Ibu ku..
Untukku sendiri, biar aku saja yang mengenangmu...

Aris juga mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk mantan kekasih yang masih sangat dicintainya tersebut. 

Selamat menempuh hidup baru Ain Azharina..semoga bahagia dg pilihanmu dan pilihan kedua orang tuamu..terima kasih atas waktu yg hebat selama 7 tahun lebih..yang ada adalah do'a ku semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah... aku ikhlas, ternyata kau duluan yg menyempurnakan separuh agamamu..tak kira dulu, kita akan bersama..tapi sudah lah, aku ikhlas lahir-batin.. sekali lagi, semoga kamu berbahagia...maaf jika 7 tahun ini aku banyak salah... :-)

Postingan Aris ini pun sudah dibagikan sebanyak lebih dari 1.700 kali dan dibanjiri ratusan komentar dari para netizen. (*)

(sumber: Facebook Aris Prasetyo)
Share:

Artis Cantik Ini Ternyata Suku Bugis Bone


ARTIS Cantik Sophia Inggriani Latjuba terus mengungkap sejumlah fakta terkait personalnya.

Sejak ditunjuk menjadi juru bicara calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat, artis kelahiran Berlin, Jerman, 18 Agustus 1970, tersebut menjelaskan dari mana darahnya berasal.

Sophia adalah putri pasangan almarhum Azzizurrahman Latjuba dengan Anna Muller.
Dari ayahnya, mengalir darah Bugis Bone, Arab, dan Jawa Banyuwangi.

Dari ibunya, mengalir darah Jerman, Austria, Hongaria, dan Ceko.
Kendati berdarah campuran, namun mantan istri musisi Indra Lesmana (50) ini mengaku bangga
sebagai warga negara Indonesia.

"Saya berdarah Bugis (Bone), Arab Banyuwangi (Belambangan), Jerman, Austria, Hongaria, Czech dan entahlah apalagi. I am a proud pribumi, a citizen of Indonesia and this world, and nobody can tell me otherwise," demikian ditulis Sophia, melalui akunnya pada Instagram @sophia_latjuba88,

Nah, dua pekan kemudian, ibunda Eva Celia ini mempertegas seluk-belu keluarga dari ayahnya.
Kakeknya, almarhum M Latjuba adalah mantan Duta Besar RI untuk Mesir, tokoh pendidikan, dan tokoh Islam.

Latjuba juga menjadi murid pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto.
"Dear Eyang, wish you were here right now  Lahir tanggal 2 Mei 1909 di Una-una, Sulawesi Tengah. Beliau adalah anak keturunan Arab yg sdh sejak lama bermukim di nusantara."

"Sejak muda, Latjuba meninggalkan kampung halamannya utk menuntut ilmu di Yogyakarta. Di Yogyakarta, beliau tinggal di di rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Dr Tjokroaminoto, Latjuba banyak menimba ilmu organisasi dan berkenalan dgn tokoh politik spt M. Roem, Soekarno, Syarifudin Prawiranegara.'"

"Tahun 1925, Latjuba bergabung dengan Jong Islamieten Bond (JIB) yang didirikan oleh Syamsurizal, Moehammad Koesban, dan Soedewo. Beliau juga bergabung dengan Moeslim Broederschaap yg didirikan oleh M. Djojosoegito dan Moehammad Hoesni pd thn yg sama."

"Tahun 1932, beliau melanjutkan sutdi di Jurusan Sospol Universitas Lahore, India. Tahun 1937, beliau kembali ke Yogyakarta dan tinggal di rumah H. Zarkasyi, salah satu tokoh Persyarikatan Muhammadiyah kala itu. Beliau kemudian menikah dengan gadis pilihannya bernama Siti Fatihah."

"Tahun 1952, Latjuba diangkat menjadi sbg Kuasa Usaha (Charge d’Affairs ad Interim) dengan gelar Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh untuk memimpin Kedutaan Besar Republik Indonesia di Karachi (Pakistan). Tahun 1956, beliau dipindah tugas dan menjadi Duta besar RI untuk Mesir. Pada tahun ini, belaiu mengajak tokoh-tokoh Indonesia di Kairo untuk mendukung berdirinya Sekolah Indonesia Cairo (SIC) di kawasan Dokki, Giza, Cario."

"Pada Jalsah Salanah tahun 1975, beliau menawarkan diri membantu Ketua Umum saat itu, H. M. Bachroen, untuk menerjemahkan The Holy Qur’an karya Maulana Muhammad Ali. Beliau menerjemahkannya dimulai dari surat-surat juz amma. Sayang sekali, beliau tidak dapat melanjutkan pekerjaan itu, karena pada tahun 1975 beliau dipanggil oleh Allah Ta’ala."

"Mahmud Lamako Latjuba wafat pada tanggal 7 Desember 1975 di Jakarta dalam usia 66 tahun. Sumbangsih beliau bagi bangsa Indonesia pada umumnya semoga selalu dikenang dan diteladani oleh kita semua," tulis Sophia melalui akunnya lagi. (*)
Share:

Lagu Terbaru Ungu Tanpa Pasha Bikin Baperrrr !!! Coba Dengar !!!






Lirik lagu: Tanpa Hadirmu

Tak pernah ku mengerti dirimu
Jawaban dihatiku
Yang selalu kucinta
Semestinya kita sama
Menobarkan hati di kala jiwa
Sedang terluka

Berharap kau mengerti diriku
Yang selalu menginginkanmu
Dambaan hatiku
Meski hatimu tak mampu
Menginginkan aku

Mencintai diriku
Kau tahu
Tak mudah bagiku lupakanmu
Aku hanya ingin mencintamu
Dan dicinta olehmu

Sungguh tak ada yang lebih meyakinkanku
Bila ku harus mencintaimu
Tanpa hadirnya dirinya

Kau tahu seharusnya kita bisa
Menjalin semua rasa
Dengan kisah terindah untukmu

Kau tahu
Tak mudah bagiku lupakanmu
Aku hanya ingin mencintamu
Dan dicinta olehmu

Sungguh tak ada yang lebih meyakinkanku
Bila ku harus mencinta dirimu
Tanpa hadirnya dirinya
Tanpa hadirnya dirinya
Tanpa hadirnya dirinya

Share:

Sekali itu dengan Pak Dahlan



SAYA salah satu anak yang boleh dibilang beruntung, pernah duduk tepat dibelakang Dahlan Iskan. Terlepas dari apa yang menjerat dirinya. Bagi saya, dia orang yang simpel.

Simpel bukan karena kemeja putih atau sepatunya. Bukan juga karena dia seorang pemimpin media besar dengan tulisannya yang mudah dicerna.

Saya tepat dibelakang Pak Dahlan Iskan ketika itu dalam sebuah rapat. Memang sekali lagi saya sangat beruntung, sebab bisa mendengar langsung kebijakan beliau di tengah salah satu grup di perusahaannya dilanda kegusaran akibat pesaing.

Pak Dahlan Datang terlambat. Jakarta ketika itu baru saja selesai hujan lebat, macet tak usah digambarkan. Dia datang dengan sepeda motor tambangan atau ojek.

Masuk ke ruang rapat tanpa ajudan, dan pakaiannya sedikit basah. Dia tak pakai kemeja putih, tapi kemeja lengan pendek cokelat tebal. Sepatunya seperti biasa dengan celana hitam.

Simpelnya dimana? Yah di kebijakannya. Apa? Tunggu dulu sampai saya puas bercerita.
Kembali ke satu jam sebelum kedatangan Pak Dahlan Iskan. Ada suasana rapat tanpa arah. Lain tema lain solusi. Kebanyakan hanya melihat dari sisi data, bukan pada manuver lawan.

Pak Dahlan masuk ke ruangan. Semua orang berdiri hendak menjabat tangan yang sudah membuat banyak tulisan itu. Dia menolak dan meminta supaya rapat di lanjutkan saja.
Sekali lagi Pak Dahlan Iskan menolak, ketika pemimpin rapat mempersilahkan dia duduk di barisan petinggi. "Biar saya duduk di sini. Saya pernah muda, dan mau duduk dideretan anak muda," katanya menunjuk kursi barisan belakang tepat yang ada di depanku.

Rapat dilanjutkan. Kembali ke tema setelah satu jam tanpa solusi. Pak Dahlan asyik mendengarkan.
Dibelakang giliran saya yang gugup. Kemudian mencerna pesan yang tersirat, mulai dari kedatangan Pak Dahlan sampai dia memutuskan untuk duduk di kursi bagian belakang.
Tak tercium aroma wangi. Kakinya juga digoyang-goyangkan, seperti adanya saya yang awam mendengar penjelasan demi penjelasan.

10 menit kemudian, Pak Dahlan menyelah. Acungkan tangan kanan.
"Manuver harus dibalas manuver. Tapi etika kejujuran harus didahulukan," katanya ringkas, kemudian duduk kembali.
Pimpinan rapat langsung mengerti. Tak perlu dijelaskan panjang lebar. Rapat kemudian mengalir kembali.

Bukan saja penampilannya yang simpel. Tapi pengambilan kebijakannya juga simpel dan sangat sederhana. Langsung ke inti tanpa harus memutari dunia.

Pematangan keputusan setelah Pak Dahlan angkat suara hanya butuh lima menit. Pertemuan usai. Barulah Pak Dahlan bersalaman dengan semua yang ada di dalam rapat.

Saya. Yah seperti itulah saya. Berpikir tentang masalah itu sangat rumit. Pak Dahlan Iskan membuktikan jika semuanya sederhana. Tak perlu lama-lama. Langsung ke pokok. Selesai.

(Samsudar Syam/WAKIL DIREKTUR PT RADAR LUWU RAYA INTERMEDIA)
Share:

Hubungan Tak Direstui ? Ini Tips Agar Dapat Restu Ortu !!!

ILSUTRASI

SUDAH merasa cocok dengan pasangan ternyata tidak mendapat restu dari orang tua. Wah, bisa galau maksimal ya? Mau putus sayang, mau nggak putus juga dilema. Harus bagaimana dong?

1. Sadari Peran Orang Tua
Jangan keburu buruk sangka bahwa orang tua tidak ingin Anda bahagia. Anda harus menyadari bahwa peran sebagai orang tua tidaklah mudah. Punya anak apalagi anak perempuan dan akan mempercayakannya pada orang lain tentu butuh kebijaksanaan yang luar biasa. Sangat penting untuk melihat hubungan Anda dari sudut pandang mereka.

2. Hormati Orang Tua
Dalam urusan hubungan, orang tua Anda jauh lebih berpengalaman dan menghargai hal itu adalah kunci di mana mungkin Anda bisa mencari celah untuk membuktikan pada mereka bahwa cinta Anda dan pasangan layak untuk dipertimbangkan. Tapi jangan ngotot, ya. Mereka masih orang tua Anda dan akan selalu begitu. Sekalipun hubungan Anda tidak direstui, Anda tetap harus menghormati mereka.

3. Mempertimbangkan Pro dan Kontra
Sebagai orang tua, tentunya perlindungan yang mereka berikan dengan tidak merestui Anda dan pasangan bukan bermaksud untuk menyakiti Anda. Coba pikirkan mengenai hubungan Anda saat ini. Mungkin ada banyak drama yang membuat orang tua Anda kemudian tidak yakin bila Anda dan pasangan merasa bahagia. Pikirkan pro dan kontra dalam hubungan Anda dan apakah Anda memang benar-benar bahagia bersamanya.

4. Bicara Pada Orang Tua
Ladies, orang tua Anda akan membantu Anda apapun yang Anda butuhkan mengenai hidup ini. Namun Anda harus bicara pada mereka. Bila Anda tidak mendapatkan restu, berdiskusi adalah hal yang baik. Walaupun sedikit, setidaknya mereka bisa mengerti hubungan Anda dengan pacar.

5. Bicara Pada Orang Tua Kekasih Anda
Bila Anda mengalami kesulitan bicara pada orang tua Anda, mengapa tidak mencoba bicara pada orang tua pacar Anda? Kadang pembicaraan antar orang tua lebih bisa nyambung dan menemukan titik temu. Hal ini bisa mempermudah jalan Anda meraih restu orang tua.

6. Alasan
Pikirkan alasan apa yang membuat orang tua sampai tidak merestui hubungan Anda. Bila Anda tidak mengerti alasannya, tanyakan pada orang tua Anda. Kemudian pikirkan apakah alasan itu bisa dinegosiasi atau tidak. Atau bagaimana Anda dan pasangan bisa merubah alasan penolakan itu dan membuktikan hubungan Anda dan si dia bisa dipercaya.

7. Bicara Pada Pasangan
Ya, karena hubungan ini bukan milik Anda sendiri, jadi bicaralah pada pasangan Anda. Katakan apa saja yang mungkin orang tua Anda tidak sukai dari hubungan Anda berdua dan siapa tahu itu menggugahnya untuk mau bicara dengan orang tua Anda juga. Anda tidak sendiri, Ladies.
Meski dalam beberapa kasus, beberapa pasangan nekat menikah walau tanpa restu orang tua, tapi kita semua pasti menginginkan ketentraman dalam menjalani kebahagiaan kita kan? Mungkin pasangan-pasangan itu hanya menunggu waktu yang tepat hingga mereka dan orang tuanya bisa sama-sama mengerti maksud masing-masing.
Sedangkan bagi Anda yang tengah mengalami hal ini, cobalah tips di atas. Tidak perlu melakukan tindakan ekstrim untuk memaksakan ego kita, tapi mengusahakan hal yang baik bagi semua. Good luck, Ladies.(*)
Share:

Kamis, 27 Oktober 2016

BACA Lowongan Kerja Bulan November !!!


BUMN PT Antam. PT Aneka Tambang disingkat PT ANTAM merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pertambangan.
Kegiatan ANTAM mencakup penambangan, eksplorasi, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral seperti bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit dan batu
bara.

PT Antam memiliki manajemen keuangan yang berhati-hati dan arus kas yang solid. Didirikan sejak tahun 1968 sebagai BUMN melalui merjer beberapa perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal. Pada tahun 1997 ANTAM menawarkan 35% sahamnya ke publik untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia.

Dalam mencapai dan mewujudkan tujuan dari perusahaan, sebagai mana yang telah ditetapkan dalam visi dan misi, maka dari itu pada bulan November tahun 2016 ini PT Antam kembali membuka kesempatan berkarir dan berkarya bagi putra-putri terbaik Indonesia pada Lowongan Kerja
Terbaru PT Antam untuk mengisi posisi jabatan pekerjaan yang sedang dibutuhkan dalam lowongan yang ada saat ini.

Saat ini perusahaan sedang membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki keterampilan dan pengetahuan agar mampu memberikan kontribusi bagi kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu kepada calon pelamar kerja diharapkan untuk teliti dalam memperhatikan
setiap informasi yang diberikan pada tiap-tiap posisi jabatan yang dibutuhkan pada lowongan kerja yang muat sebagaimana berikut dibawah ini.

ANTAM FRESH GRADUATE PROGRAM

Persyaratan Peserta:

Pendidikan lulusan S1
Bersal dari jurusan:
Manajemen
Teknik Industri
Teknik Metalurgi
Teknik Mesin
Teknik Pertambangan
Teknik Elektro
Teknik Informatika/Teknik Komputer
Usia maks. 25 tahun pada Desember 2016
Memiliki sertifkat TOELF dengan Skor 500


Ketentuan Video:

Rekaman berupa video pidato berdurasi maksimal 3 menit.
Video berisi alasan anda mengikuti AFGP dan satu topik umum berkaitan dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

Peserta dapat menambahkan materi visual/presentasi/animasi gratis di dalam video.
Pidato dibuat dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
Video dibuat menggunakan bahasa formal yang sopan.
Video yang dikirimkan menjadi hak milik PT ANTAM (Persero) Tbk.

Bagi anda para pencari kerja yang tertarik untuk berkarir bersama PT Antam dan memenuhi segala kebutuhan yang dipersyaratkan pada Lowongan Kerja PT Antam diatas, maka silahkan siapkan berkas lamaran kerja lengkap seperti surat lamaran kerja, CV, foto terbaru serta dokumen pelengkap atau pendukung lainnya.

Adapun tata cara yang telah ditetapkan dalam proses rekrutmen ini yaitu dengan melakukan pendaftaran dan penyampaian dokumen kelengkapan administrasi permohonan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Tata cara pendaftaran dan upload video:
Video diunggah di akun pribadi peserta di Youtube atau Google Drive dengan judul video “AFGP 2016 (judul materi video yang dibawakan) (nama peserta) (Universitas) (Jurusan)”.

Kami akan memberitahukan kepada anda melalui email jika video anda sudah berada di channel
ANTAM. Anda dapat mempromosikan video anda untuk mendapat like dan view.
Like dan view terbanyak akan mendapatkan souvernir dari PT ANTAM (Persero) Tbk.
Share:

Kerennya Suara Anak Ini.... Coba Dengar !!!




SEKELOMPOK anak muda di Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur, yang membentuk band dengan nama Energi Band sekitar tahun 2008 silam menciptakan sejumlah lagu yang sempat populer dimasanya saat itu.

Kini lagu-lagu yang mereka ciptakan tak lagi terdengar. Salah satu lagu ciptaan pemuda Luwu Timur itu, adalah yang dinyanyikan oleh siswi SMKN 1 Malili ini, Nurhaepy A Marsus.(*)
Share:

Tokoh Pembaharuan Islam, Cak Nur

Prof. Dr. Nurcholish Madjid

Prof. Dr. Nurcholish Madjid (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 29 Agustus 2005 pada umur 66 tahun) atau populer dipanggil Cak Nur, adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia.

Pada masa mudanya sebagai aktifis Himpunan Mahasiswa Islam, ide dan gagasannya tentang sekularisasi dan pluralisme pernah menimbulkan kontroversi dan mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan masyarakat. Nurcholish pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dan sebagai Rektor Universitas Paramadina, sampai dengan wafatnya pada tahun 2005

MASA KECIL DAN PENDIDIKAN
Ia dibesarkan di lingkungan keluarga kiai terpandang di Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur. Ayahnya, KH Abdul Madjid, dikenal sebagai pendukung Masyumi. Setelah melewati pendidikan di berbagai pesantren, termasuk Gontor, Ponorogo, menempuh studi kesarjanaan IAIN Jakarta (1961-1968), tokoh HMI ini menjalani studi doktoralnya di Universitas Chicago, Amerika Serikat (1978-1984), dengan disertasi tentang filsafat dan kalam Ibnu Taimiyah.

IDE PEMBAHARUAN ISLAM

Cak Nur dianggap sebagai ikon pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Gagasannya tentang pluralisme telah menempatkannya sebagai intelektual Muslim terdepan di masanya, terlebih di saat Indonesia sedang terjerumus di dalam berbagai kemorosotan dan ancaman disintegrasi bangsa.

Cak Nur dikenal dengan konsep pluralismenya yang mengakomodasi keberagaman /ke-bhinneka-an keyakinan di Indonesia. Menurut Cak Nur, keyakinan adalah hak primordial setiap manusia dan keyakinan meyakini keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang mendasar. Keyakinan tersebut sangat mungkin berbeda-beda antar manusia satu dengan yang lain, walaupun memeluk agama yang sama.

Hal ini berdasar kepada kemampuan nalar manusia yang berbeda-beda, dan dalam hal ini Cak Nur mendukung konsep kebebasan dalam beragama. Bebas dalam konsep Cak Nur tersebut dimaksudkan sebagai kebebasan dalam menjalankan agama tertentu yang disertai dengan tanggung jawab penuh atas apa yang dipilih.

Cak Nur meyakini bahwa manusia sebagai individu yang paripurna, ketika menghadap Tuhan di kehidupan yang akan datang akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, dan kebebasan dalam memilih adalah konsep yang logis. Manusia akan bertanggung jawab secara pribadi atas apa yang ia lakukan dengan yakin. Apa yang diyakini, itulah yang dipertanggung jawabkan. Maka pahala ataupun dosa akan menjadi benar-benar imbalan atas apa yang secara yakin ia lakukan.


Sebagai tokoh pembaruan dan cendikiawan Muslim Indonesia, seperti halnya K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Cak Nur sering mengutarakan gagasan-gagasan yang dianggap kontroversial terutama gagasan mengenai pembaruan Islam di Indonesia. Pemikirannya dianggap sebagai sumber pluralisme dan keterbukaan mengenai ajaran Islam terutama setelah berkiprah dalam Yayasan Paramadina dalam mengembangkan ajaran Islam yang moderat.

REFORMASI 1998
Namun demikian, ia juga berjasa ketika bangsa Indonesia mengalami krisis kepemimpinan pada tahun 1998. Cak Nur sering diminta nasihat oleh Presiden Soeharto terutama dalam mengatasi gejolak pasca kerusuhan Mei 1998 di Jakarta setelah Indonesia dilanda krisis hebat yang merupakan imbas krisis 1997. Atas saran Cak Nur, Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya untuk menghindari gejolak politik yang lebih parah.

KONTROVERSI

Ide dan Gagasan Cak Nur tentang sekularisasi dan pluralisme tidak sepenuhnya diterima dengan baik di kalangan masyarakat Islam Indonesia. Terutama di kalangan masyarakat Islam yang menganut paham tekstualis literalis (tradisional dan konservatif) pada sumber ajaran Islam.

Mereka menganggap bahwa paham Cak Nur dan Paramadinanya telah menyimpang dari teks-teks Al-Quran dan Al-Sunnah. Gagasan Cak Nur yang paling kontroversial adalah saat dia mengungkapkan gagasan "Islam Yes, Partai Islam No?" yang ditanggapi dengan polemik berkepanjangan sejak dicetuskan tahun 1960-an , sementara dalam waktu yang bersamaan sebagian masyarakat Islam sedang gandrung untuk berjuang mendirikan kembali partai-partai yang berlabelkan Islam. Konsistensi gagasan ini tidak pernah berubah ketika setelah terjadi reformasi dan terbukanya kran untuk membentuk partai yang berlabelkan agama.(*)
Share:

PSI, Semangat Baru Anak Muda Berpolitik

Pengurus DPD PSI Luwu Timur
PEMUDA Alergi berpolitik. Kalimat ini sering terdengar dikalangan pemuda. Bahkan sejak saya duduk di bangku kuliah, saat saya mengajak teman-teman berdiskusi mengangkat teman politik, sebagain teman-teman saya sudah memilih menghindar. Kata salah seorang teman saya, tidak selayaknya kita (anak muda) berbicara soal politik apalagi Partai Politik.

''Politik itu kotor. Jangan lah kita ikut-ikutan bahas politik apalagi berniat bergabung degan partai Politk. Lihat saja mereka yang terlibat didunia politik, hampir tidak ada hal benar yang mereka lakukan,'' kata salah seorang teman saya, Jumardi Amri.

Meskipun alasannya tidak cukup buat saya berhenti berbicara soal politik, namun saya memilih berhenti. Karena bagi saya saat itu, ada benarnya apa yang diungkapkan oleh kawan saya itu. Hanya saja, setelah itu saya semakin tertarik untuk mencari makna politik itu. Dari berbagai referensi yang saya dapatkan, saya semakin yakin bahwa ilmu politik itu harus didalami. Bahkan terlibat dalam politik pun itu hal harus kita lakukan, karena secara tidak sadar, sejak lahir kita sudah berpolitik.

Saat Basic training di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saya mendengar pernyataan senior saya, yang mengatakan bahwa, sejak bayi kita sudah belajar berpolitik. ''Menangis hanya untuk diberikan ASI oleh orang Tua kita waktu kecil, itu adalah bagian dari politik," kata salah seorang senior saya, Syafrilla.

Selain itu, pada referensi lain saya menemukan jawaban, bahwa ternyata politik itu banr-benar mulia. Bahkan Aristoteles dalam teori klasiknya mengatakan, bahwa Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Saya menggaris bawahi kata "Untuk Mewujudkan Kebaikan Bersama". Hanya saja, melihat fenomena yang ada di republik ini, praktik politik yang dimainkan oleh para politisi dari berbagai partai politik yang ada ada, lebih cenderung memprtontonkan sisi politik. Bahkan tak jarang yang melenceng dari tujuan politik itu lahir.

Meraih kekuasaan itu pasti bagi politisi. Tetapi yang harus diketahui, dalam meraih kekuasaan harus dengan cara yang santun, sehat dan tidak menciderai makna daripada politik itu sendiri. Saat meraih kekuasaan pula, kebijakan politik yang dilahirkan juga tidak boleh membuat satu orang pun yang merasa disakiti.

Karena melencengnya nilai-nilai sejati politik, meyakinkan saya menjadi penyebab anak muda yang dikenal jiwa idealismenya alergi terhadap politik, takut berpolitik, bahkan jijik mendengar apalagi terlibat dalam partai politik. Apalagi hampir tidak ada partai politik yang konsisten dengan semangat perubahan kearah yang lebih baik, minimal ditubuh Parpol itu sendiri.

Salah satu buktinya adalah, maraknya kegaduhan yang timbul di tubuh parpol itu sendiri. Bahkan tak sedikit kegaduhan dan perpcahan yang terjadi di tubuh parpol menyebabkan terbentuknya partai baru yang juga diisi oleh politisi lama. Penyebab perpecahan ditubuh parpol itu juga penyebabnya cukup memalukan.

Karena 90 persen disebabkan karena perebutan kekuasaan diinternal parpol itu sendiri. Padahal, jika parol itu memiliki tujuan yang baik, dan diisi oleh orang-orang baik saya yakin tidak akan ada perpecahan hanya karena persoalan perebutan kekuasaan saja diinternal Parpol itu sendiri.

Namun alergi politik dikalangan pemuda itu perlahan mulai terkikis dengan lahirnya partai baru yang sebenar-benarnya baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia. Bukan tanpa alasan saya mengatakan demikian. Sebab, sebagian besar anak muda yang saya kenal, dan pernah mengaku alergi berpolitik saat ini sudah tergabung dalam partai yang dipimpin Grace Natalie ini.

Bahkan di Luwu Raya, yang terdiri dari empat Kabupaten/Kota, semuanya diisi oleh mantan aktivis kampus. Bahkan semuanya adalah teman dekat saya. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Luwu, Saudara Muh Khalil Akbar misalnya.

Ia merupakan mantan aktivis yang pernag megutuk keras politik. Bahkan disetiap aksi demonstrasi yang kami lakukan bersama, kerap kali ia mengutuk para politisi yang dianggap tidak bekerja maksimal dalam mengakomodir dan menyuarakan kepentingan masyarakat umum. Apalagi jika sampai mengebiri hak-hak rakyat.

Mendengar ia bergabung dengan PSI, saya kemudian menghampiri dia (Muh Khalil Akbar). Hanya satu jawaban yang saya temukan darinya. "Harapan Kita Selama Ini ada di PSI" katanya. Berbagai alasan rasional pun dia lontarkan kepada saya. "Tidak akan ada perubahan jika kita tidak melibatkan diri dalam sebuah sistem politik. Karena negara ini dibangun, bangkit dan maju karena politik.

Jika para politi diisi wajah lama dengan cara kerja yang lama, maka tidak akan ada perubahan seperti apa yang kita harapkan selama ini. Tidak akan ada kesejahteraan rakyat,'' demikian kata Khalil kepada saya. Sembari menambahkan bahwa anak muda dengan semangat kerja dan idealisme yang masih terjaga dengan baik, diyakininya akan mampu membawa perubahan untuk Indonesia dimasa mendatang.

Menurut Khalil, PSI adalah wadah untuk mewujudkan cita-citanya, untuk benar-benar berjuang tidak hanya mengatasnamakan rakyat, sebagaimana para politisi tua sampaikan dalam berbagai momentum politik. ''Kita anak muda dan perempuan ada di PSI.

Konstitusi PSI sangat jelas mencita-citakan terujudnya masyarakat adil makmur. Trilogi Kebangsaan PSI sejalan dengan harapan para pemuda selama ini. Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Mengukuhkan Solidaritas adalah hal yang kita rindukan selama ini,'' jelasnya.

Selain itu, pasca dideklarasikannya PSI sebagai partai Politik Setahun silam, hampir tak ada lagi yang membahas alergi politik dikalangan pemuda. Terbentuknya kepengurusan PSI di Sulawesi Selatan, khususnya di Luwu Raya hingga tingkat Desa dan Kelurahan semakin membuka mata saya akan efek PSI mengembalikan semangat pemuda dalam berpolitik.

Betapa tidak, sampai ditingkatan Desa dan kelurahan, kepengurusan PSI diisi oleh anak muda dan perempuan. "PSI Hadir, Semangat Pemuda Berpolitik Kembali Bangkit" Itulah yang muncul di benak saya saat melihat kenyataan, dimana pemuda enerjik, kritis, cerdas, dan memiliki idealisme yang masih terjaga berani terjun ke politik.

Harapan merubah bangsa ini kearah yang lebih baik akan diwujudkannya melalui wadah PSI yang diisi oleh orang-orang baik. Semogha harapan pemuda Indonesia membawa perubahan bangsa ini dapat terwujud dengan hadirnya Partai Solidaritas Indonesia. (*)
Share:

Hari Ini, Badko HMI Sulselbar Gelar Dialog Pemuda

Badko HMII Sulselbar Hari Inii Menggalar Dialog Pemuda dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88

BADAN Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar, Jumat (28/10/2016) akan menggelar dialog pemuda di Country Cafe dan Resto (CCR) bilangan Jalan Toddopuli.
Dalam dialog pemuda tersebut akan dihadiri langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius sebagai narasumber.
Bukan hanya Kepala BNPT, dialog ini juga akan dipandu oleh Dr Buhari Fakkah, selain itu juga akan menghadirkan Mayjen TNI Agus Surya Bakti (Pangdam VII Wirabuana), Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto (Walikota Makassar), dan Prof Qasim Mathar (Akademisi).
Dialog tersebut mengangkat tema Pemuda, Radikalisme dan Masa Depan Bangsa. Sebab pemuda merupakan aset masa depan bangsa, yang sejak dini harus terhindar dari segala aktifitas radikalisme.
Ketua Badko HMI Sulselbar, Taufiq Husaini mengungkapkan, dialog tersebut diselenggarakan sebagai salah satu cara yang dilakukan HMI dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.
“Bagaimana kiranya para pemuda terus mencoba merefleksikan kembali semangat pemuda,” kata Taufiq melalui rilisnya.
Maka dari itu, dirinya berharap jika pemuda bangsa Indonesia harus terhindar maupun menjauhi gerakan radikalisme, dan lebih mendorong para pemuda untuk selalu disibukkan dengan aktifitas yang positif.(INIKATA.COM)
Share:

Mahasiswa Unanda Hadirkan Desa Sadar Hukum

APMAN MUSTAFA
(Korcam Wasuponda)
SEJUMLAH mahasiswa Universitas Andi Djemma yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Luwu Timur, siap menghadirkan Desa Binaan Sadar Hukum.

Demikian diungkapkan Kordinator Kecamata (Korcam) Peserta KKN Unanda Kecamatan Wasuponda, apman Mustafa. Menurutnya, pembetukan Desa Binaan Sadar Hukum di kecamatan Wasuponda merupakan salah satu program yang telah dirancangya bersama sejumlah peserta KKN di kecamatan Wasuponda.

''Kami akan bentuk Desa Sadar Hukum di Wasuponda ini,'' katanya.

Sebelum dilalukan pembentukan Desa Sadar Hukum, peserta KKN Unanda terlebih dahulu akan menggelar penyuluhan hukum disetiap Desa yang ada di Kecamatan Wasuponda. Setelah itu, pihaknya kemudian akan menggelar lomba Desa Taat Hukum.

''Penilaian atas lomba itu kita lakukan selama dua bulan. Setelah kami akan meninggalkan Kecamatan Wasuponda, kita akan umumkan hasil penilaiannya. Dan yang dianggap menjadi Desa paling taat hukum, kami akan jadikan Desa Sadar Hukum,'' katanya.

Selain melibatkan peserta KKN Unanda, Desa Binaan itu juga dikerjasamakan dengan pihak Fakultas Hukum Unanda, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Luwu Timur.

''Tujuan kerjasama ini, agar Desa Binaan sadar hukum ini tidak hanya selesai pasca masa KKN Kami berakhir, tetapi akan ditindaklanjuti oleh DPD II KNPI Lutim bersama dengan Fakultas Hukum Unanda,'' terang Apman yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Unanda ini. (*)
Share:

Rabu, 26 Oktober 2016

INSPIRATIF: Jika Esok Tak Pernah Datang

ILUSTRASI


Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.

Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.

Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.

[Norma Cornett Marek ~ 1989]
Share:

Lagu Indonesia Raya Ditetapkan di Kongres Pemuda

Lyrik Lagu Indonesia Raya


KONGRES  Pemuda (ejaan van Ophuysen: Congres Pemoeda) adalah kongres nasional yang pernah diadakan 2 kali di Jakarta (Batavia).
Kongres Pemuda I diadakan tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya.

Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi, dlsb. Selanjutnya juga disepakati untuk mengadakan kongres yang kedua.
Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palopo pada peringatan Hari sumpah pemuda tahun 2014 


Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda.

Selain itu pada kongres tersebut Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman juga ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.(*)
Share:

Siapa Yang Menulis Rumusan Sumpah Pemuda??? Ini Orangnya !!!

Mohammad Yamin (Penulis Rumusan Naskah Sumpah Pemuda)
SUMPAH Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

 Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia".

Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Naskah Sumpah Pemuda
Bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda dengan penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen. Yakni, Pertama, Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Dan ketiga, Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Ucapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda oleh DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Palopo
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.

Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.(*)
Share:

Mau Tahu, Siapa Saja Yang Lulus di MISI PASARAYA ??? Klikkk !!!!

Bangunan PT. MEGA INDAH SARI TIMOR GROUP (Misi Pasar Raya)




RASA penasaran masyarakat pelamar kerja Mega Plaza Misi Pasar Raya Palopo yang tidak sabar menunggu hasil pengumuman nampaknya telah terjawab. Pihak menajemen Misi Pasar Raya telah memastikan jadwal pengumuman bagi pelamar yang dinyatakan lulus.

 "Ya, besok (hari ini, red) nama-nama yang dinyatakan lulus akan diumumkan, "kata Manajer Misi Pasaraya Palopo Ballasari Arsyad.

Sebelumnya, perusahaan yang berada di bawah naungan PT Mega Indasari ini mencatat sekitar tiga ribu pelamar dari sekitar dua ratus pelamar yang akan diterima.

Pihak Misi Pasar Raya di bawah kepemilikan H Yasin ini akan melakukan tahapan selanjutnya dengan menggelar Grand Opening yang dilaksanakan November mendatang atas swalayan berkapasitas empat lantai tersebut.(RADARLUWURAYA)



BERITA DAN PENGUMUMAN NAMA-NAMA YANG DINYATAKAN LULUS ADA DI HARIAN RADAR LUWU RAYA, EDISI KAMIS, 27 OKTOBER 2016.
Share:

Uang Panai', Pacaran, dan Pernikahan

ILUSTRASI
Pacaran, adalah kata yang sangat tidak asing bagi para remaja, muda-mudi bahkan orang tua. Menurut mayoritas beberapa muda-mudi, ada beberapa hal yang mendasari mereka mau berpacaran. Ada yang bilang karena ada rasa suka, rasa nyaman, dan rasa kagum, serta ada rasa cinta terhadap sesorang, sehingga mereka berani menjalani hubungan yang namanya pacaran.

Ada jg juga yang mengatakan bahwa pacaran dijalankannya, sebagai proses saling kenal antara dua sejoli, sebelum melaju ke pelaminan, untuk melangsungkan pernikahan. Bukan hanya itu, banyak hal lain yang menjadi alasan bagi muda-mudi untuk berpacaran, termasuk untuk merasa gengsi jika tidak pacaran. ''Hari gini tidak punya pacar? apa kata dunia?'' demikianlah sejumlah muda-mudi menjawab jika ditanya alasan mereka berpacaran.

Dari sekian banyak pernyataan muda-mudi mengenai alasan mereka berpacaran, ada satu jawaban yang menurut saya menarik untuk dibahas dalam tulisan saya yang sedikit berantakan ini. Alasan yang saya maksud, adalah ketika muda-mudi menalin pacaran untuk saling kenal, sebelum menuju ke pelaminan. Bagi saya secara pribdai, ini sangat menarik, karena tak jarang mereka yang menjalin hubungan pacaran, berujung putus dan tidak berakhir di pelaminan atau menikah. Biasanya, alasan muda-mudi yang telah menjalin hubungan pacaran lantas putus, karena mereka merasa belum cocok. Sehingga harus mencari pasangan lain yang lebih cocok. Nah, bukankah dalam pacaran yang dimaksud mereka harus saling kenal agar mereka bisa lebih cocok, saling memahami dan mengerti satu sama lain? Lantas kecocokan yang mana yang dimaksud? Mungkin kah itu hanya dalih, karena belum siapnya mereka menikah pasca pacara terlalu lama? sebut saja misalkan pacaran selama tiga sampai enam tahun, lantas putus karena alasan ketidak cocokan. Apakah selama menjalani hubungan yang terbilang cukup lama itu, mereka terpaksa merasa cocok atau bagaimana?

Putus ditengah jalan, dan tidak berujung pada pernikahan spertinya tidak hanya disebabkan oleh alasan ketidak cocokan antara muda-mudi. Banyak juga fenomena putus cinta karena ditinggal menikah. Waduhh... kenapa bisa begitu? paling banyak alasan tentang hal ini adalah persoalan ekonomi. "Uang Panaik" adalah salah atu penyebabnya. Pacaran bertahun-tahun, bukan jaminan untuk menikah. Jaminan menikah dengan pasangan saat ini adalah ekonomi. Banyak fenomena yang kita temui, bahwa seorang lelaki terpaksa harus pasrah menyaksikan kekasihnya dinikahi oleh orang lain, hanya karena tak mampu melamar dengan uang panaik yang mencekik leher.

Fenomena ini membuat saya menarik kesimpulan, bahwa pendapat sejumlah pemuda-pemudi soal pacaran, adalah masa berkenalan sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan ternyata salah. Karena menurut saya, pacaran, saling kenal bahkan disaat sepasang kekasih sudah merasa cocok, masih ada satu hambatan yang harus dilalui, yakni uang panaik, yang harus sesuai dengan permintaan calon mertua. Untung baik, jika pemuda mapan yang berada pada posisi tersebut. Yang bisa saja langsung mengatakan, ya, saya sanggup berapapun uang panaik atau uang lamaran yang diminta oleh calon mertua atau pasangannya. Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan atau tak menyanggupi permintaan si calon isteri, atau calon mertua? Tentu saja tak ada cara lain, selain mengikhlaskan pujaan hatinya, yang selama bertahun-tahun bersama dengannya, malah dinikahi oleh orang lain.

Bahkan orang yang mungkin baru saja dikenal oleh sang pujaan hatinya, justeru harus diterimanya sebagai suami, hanya persoalan finansial yang dimiliki orang tersebut. Artinya, pacaran yang lama bukan jaminan untuk menikahi orang yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan, dengan adanya tradisi uang panaik. Tetapi modal ekonomi yang mapan adalah kepastian bagi seorang laki-laki dewasa untuk menikah.

Nah, makanya dalam tulisan ini, penulis mencoba memulainya dengan gambaran, bahwa uang panaik atau mahar dalam budaya tertentu, menyiksa, khususnya bagi lelaki. Sebab sangat jelas, jika persoalan mahar yang mahal membuat orang batal mempersunting pujaan hatinya yang bertahun-tahun waktunya dibagi untuk sang kekasih. Dulu, persoalan uang panaik yang jumlahnya harus besar, hanya berlaku bagi suku bugis saja. Tetapi hari ini, sudah menjadi hal yang wajib dalam sebuah pernikahan bagi semua suku di Sulsel, uang panaik harus besar jumlahnya. Bahkan, kadang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan latar belakang perempuan yang akan dinikahi.

Mari kita coba ulas sedikit seperti apa mahar dalam islam, tradisi uang panai, dan pernikahan. Penulis mencoba mencari referensi tentang ketiga hal yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini. Akhirnya penulis menemukan salah satu referensi tentang mahar dalam islam. "Sebaik–baik perempuan adalah yang paling murah maharnya" (HR. Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Ahmad). Hal ini yang mungkin tidak disadari oleh sebagian kaum perempuan dan para orang tua yang memiliki anak perempuan.

Dominasi gengsi sebenarnya menjadi salah satu pemicu persoalan uang panaik atau dalam islam disebut sebagai mahar. Seharusnya mereka sedar ketika meminta mahar mahal, sedangkan lelaki yang ingin melamar tidak memiliki sesuatu yang ia minta, maka keberkatan pernikahan itupun hilang. Karena telah mempersulitkan sesuatu yang baik bagi sang perempuan itu sendiri, yakni sebuah pernikahan.

Dalam sebuah artikel disebutkan, bahwa seharusnya seorang perempuan yang ingin diberikahi pernikahannya, tentunya harus mempermudah maharnya, mempermudahkan jalan lelaki yang hendak melamarnya. Karena itu merupakan sunnah Rasulullah SAW. Sebenarnya seorang wanita sangat memerlukan pendamping, apabila menolak hanya karena uang panaik, padahal dia seorang lelaki muslim yang soleh, maka sangat rugilah dia.

Bahkan Rasulullah pernah menyuruh seorang pemuda yang ingin menikah, namun tak memiliki apa-apa, untuk mencari sebuah cincin walaupun dari hanya terbuat dari besi (bukan emas atau berlian). Ini semakinb meyakinkan kita, khususnya ummat muslim yang ada di Sulsel, khususnya di Luwu Raya, yang merupakan tanah kelahiran penulis, bahwa sesungguhnya Islam sangat memuliakan perempuan yang tidak meminta mahar yang lebih.

Sekaitan dengan itu, dalam Haditz Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, disebutkan wanita itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Sehingga kita dianjurkan memilih perempuan yang beragama agar kita senantiasa beruntung. Sangat jelas bahwa mahar yang tinggi bukanlah sebuah batu yang mengganjal calon muda-mudi untuk tidak bersatu dalam bingkai pernikahan.

Diatas kita sudah membahas soal mahar, yang menurut kesimpulan penulis, seharusnya mahar bukan penghalang bagi muda-mudi untuk melangsungkan pernikahan. Yang penting maharnya ada dan ikhlas bagi yang memberikan dan yang menerima. Sekarang penulis mencoba memberikan gambaran tentang tradisi uang panaik. Pada dasarnya uang panaik merupakan tradisi dalam budaya bugis untuk menikahi wanita bugis. Hanya saja, saat ini budaya itu sudah merembes ke hampir seluruh jazirah negeri ini, khususnya di Sulawesi terkhusus di Sulsel. Uang panaik, dalam budaya tersebut berupa uang, yang jumlahnya besar. Biasanya menurut calon mempelai perempuan, itu akan digunakan pada semua kebutuhan selama proses pernikahan berlangsung termasuk resepsi. dan resepsniya harus meriah, sehingga tak ada alasan bagi mereka, uang panaik itu kecil jumlahnya.

Nah, sekarang kita membahas sedikit tentang pernikahan. Pernikahan atau nikah artinya adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain, juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia, yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesusai peraturan yang diwajibkan oleh Islam. Kata zawaj digunakan dalam al-Quran artinya adalah pasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan, Allah menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. Menurut bahasa, nikah berarti penyatuan , diartikan juga sebagai akad atau hubungan badan. Selain itu, ada juga yang mengartikan dengan percampuran.

Sedangkan pengertian hubungan badan itu, hanya merupakan metafora saja. Bahkan dikatakan, bahwa nikah itu tidak disebut dalam al-qur’an melainkan diartikan dengan akad. Dengan pemahaman lain bahwa dengan akad tersebut maka menjadi boleh pada apa yang boleh dilarang. Tegasnya, pernikahan adalah sesuatu akad suci dan luhur antara laki-laki dan perempuan yang menjadi sebab sahnya status suami istri dan dihalalkannya hubungan seksual dengan tujuanmencapai keluarga sakinah mawaddah warrohmah dengan penuh kasih sayang dan saling menyantuni.

Untuk menikah, tentunya ada yang namanya Rukun Nikah, yang harus dipenuhi. Ini adalah hal yang sangat wajib. Rukun nikah terdiri dari kdua mempelai, sighat atau ijab qobul, wali, dan dua orang saksi. Untuk calon suami, juga ada syarat berdasarkan ijtihad para ulama. Yang pertama, Calon suami beragama islam, laki-laki, halal nikah dengan calon istri, kenal pada calon istri serta tahu bahwa calon istrinya halal untuk dinikahi, ridho (tidak terpaksa), Tidak sedang melakukan ihram, dan syarat terakhir, tidak sedang mempunyai istri empat.

Untuk perempuan, syarat calon pengantin perempuan, yang pertama Beragama islam, perempuan, Halal bagi calon suami, tidak dalam ikatan pernikahan dan tidak dalam masa iddah, tidak dipaksa (ikhtiyar), dan Tidak dalam ikhram haji atau umrah.

Dari rukun Nikah, yang wajib itu, tidak disebutkan soal uang panaik atau mahar yang berlebihan. Dalam hukum melakukan nikah dalam islam, juga dianjurkan beberapa hukum, yakni wajib, sunnah, haram, makruh ataupun mubah. Menikah wajib bagi orang yang telah mempunyai kemauan dan dikhawatirkan akan tergelincir pada perbuatan zina seandainya ia tidak menikah. Sunnah bagi orang yag telah mempunyai kemauan dan kemampuan untuk menikah tetapi kalau tidak menikah tidak dikhawatirkan berbuat zina. Haram bagi orang yang tidak mempunyai keinginan dan tidak mempunyai kemampuan serta tanggung jawab untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam rumah tangga, sehingga apabila melangsungkan pernikahan akan terlantarkan dirinya dan istrinya. Makruh bagi orang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pernikahan juga cukup mempunyai kemampuan untuk menahan diri shingga tidak memungkinkan dirinya tergelincir berbuat zina sekiranya tidak menikah. Mubah bagi orang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pernikahan, tetapi apabila tidak melakukan tidak khawatir akan berbuat zina dan apabila melakukan nikah juga tidak melantarkan istri.

Dari hukum nikah dalam Islam, sangat jelas dikatakan bahwa "Wajib bagi orang yang mempunyai kemauan". Artinya tanpa uang panaik yang tinggi, yang penting ada kemauan, wajib menikah, untuk menghindari zina. sampai disini, ada beberapa hal yang ingin penulis sampaikan, yang pertama soal uang panaik dan jumlah nominalnya yang sangat banyak, semestinya tidak dijadikan patokan. Karena segala hal tergantung dari usaha individu dan berpulang pada keputusan Tuhan yang maha esa. Disamping itu pihak keluarga juga harus lebih terbuka fikirannya mengenai kelangsungan pernikahan yang tidak dapat dinilai dari kemegahan pesta, atau perayaan pernikahan yang dilakukan. Serta dari banyak tidaknya uang yang dimiliki oleh pria yang akan melamar. Karena uang hanya hiasan dalam kehidupan sementara tujuan hidup adalah ketenangan.

Budaya seharusnya tidak dijadikan sebagai penghalang, namun dilihat sebagai pewarna dalam sosialisasi dan interaksi kehidupan. Saya juga ingin mengatakan, bahwa sesungguhnya wanita sangat memerlukan pendamping, sehingga tak ada alasan bagi seorang perempuan mempermasalahkan uang panaik atau mahar. Dan untuk laki-laki, tentunya juga sangat memerlukan wanita sebagai pemelihara dirinya, rumah tangganya, juga anak-anaknya kelak. Sehingga laki-laki sepatutnya memuliakan perempuan dengan mahar tertinggi yang dia mampu. Ingat, yang dia mampu. Hindari sikap gengsi, untuk apa meriah jika tidak berkah. Utamakan keberkahannya.

Sebelum mengakhiri tulisan saya, saya mau mengutip sedikit puisi.

Wanita yang MULIA... Wanita yang SHOLEHAH... adalah yang MURAH MAHARNYA.Wanita yang SHOLEHAH tidak akan pernah mata duitan, menghendaki MAHAR MAHAL. MAHAR adalah TANDA CINTA seorang calon suami kepada calon isterinya. Sebesar apapun pemberian mahar itu, terimalah. Bukan besar kecilnya MAHAR, tapi KETULUSAN CINTA yang ada dibalik MAHAR itu. Bukan bentuk MAHAR yang dilihat. Tapi KESUNGGUHAN HATI seseorang yang memberikannya dengan penuh CINTA. Bukan bagusnya MAHAR yang diharap, tetapi KESETIAAN, KEJUJURAN, KASIH SAYANG, PERLINDUNGAN, KEAMANAN yang diharapkan. "Itulah WANITA SHOLEHAH sejati yang tidak MENARGETKAN MAHAR MAHAL. Tetapi MAHAR yang SESUAI dengan KEMAMPUAN sang calon SUAMI" Sebaik baik mahar adalah yang paling Mudah dan Murah !
Wassalam (*)
Share:

Kamis, 07 Agustus 2014

YUDHIE POEx

Share:

Sabtu, 13 Juli 2013

Biografi Ustad Jefry,Dari Pecandu Jadi Ustad


Ustadz ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan. Simak kisahnya yang sangat memikat ini

Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, ada gunanya.
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan kami bila memang berbuat salah.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena kenakalanku.
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, aku sering berulah.
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur. Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, tetap saja aku tak jera.
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang, malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di pesantren.
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin nakal.
KENAL DUNIA MALAM
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, terbang tak terkendali.
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku, kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.
MAIN SINETRON
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, sambil diam-diam belajar.
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering mengamati mereka.
Nah, ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan hanya kesenangan dan egoku semata.
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, dan almarhum WD Mochtar.
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.
***
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki juga terus mengalir.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek, aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus berlangsung.
KECANDUAN KIAN PARAH
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh kasih padaku yang durhaka ini.
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya.
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan semua yang terjadi pada diri kita.
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat.
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.
NAMA DICORET
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku.
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, terutama aku agar berubah jadi lebih baik.
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.
DIAJAK UMI UMRAH
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah.
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku berumrah.
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan pada Allah.
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat. Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku merapatkan badan pada dindingnya.
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi ternyata sulit luar biasa.
*****
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.

Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.
CUEK SAAT PACARAN
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
JUALAN KUE
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
MAKAN SEPIRING BERDUA
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
HIDUP DI JALAN ALLAH
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik(*)
Share:

PARTAI POLITIK

PARTAI POLITIK
PSI ADALAH PARTAI ANAK MUDA DAN PEREMPUAN

QUOTES

QUOTES

Laman

IKLAN

IKLAN
Segenap Pengurus DPD II KNPI Kota Palopo Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2016